Print this Page

LAPORAN PTK PAI SD/SMP/SMA

1.PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  SISWA KELAS ……. SMP ……… KECAMATAN ……..  TAHUN PELAJARAN 2009-2010

2.MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN  MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES DENGAN PENDEKATAN SAVI DI KELAS ….SMP ….. KECAMATAN …. TAHUN PELAJARAN 2011-2012

3. PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS……SMP ……TAHUN PELAJARAN 2010-2011

4.PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN PAI KELAS…..SMP ……. TAHUN PELAJARAN 2010-2011

Anda Butuh PTK ini ?????

Permanent link to this article: http://ihinsolihin.com/ptk/laporan-ptk-pai-sdsmpsma/

Adsense Indonesia zwani.com myspace graphic comments
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Haiiii...Komentarnya Dong...

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES DENGAN PENDEKATAN SAVI DI KELAS ….SD/SMP/SMA ….. KECAMATAN …. TAHUN PELAJARAN 2011-2012

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN  MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES DENGAN PENDEKATAN SAVI DI KELAS ….SD/SMP /SMA….. KECAMATAN …. TAHUN PELAJARAN 2011-2012

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, yaitu untuk menjamin kelangsungan kehidupan dan perkembangan bangsa itu sendiri. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003:3) pasal 1 yang berbunyi:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memerlukan guru dan murid karena salah satu unsur dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang merupakan dua bentuk kegiatan yang tidak dapat dipisahkan antar satu dengan lainnya.

Selain itu sekolah sebagai salah satu unsur dalam dunia pendidikan saat ini sedang mengalami perhatian dari berbagai pihak, karena pendidikan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam menghadapi kehidupan yang sangat kompleks, dimana pendidikan saat ini terus berbenah diri menemukan cara yang terbaik untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Untuk meningkatkan mutu dan hasil belajar dalam pengajaran seorang guru dituntut supaya menguasai dan menerapkan berbagai metode pengajaran baik pelajaran PAI.

Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, ketrampilan atau sikap yang mereka butuhkan.

Selama ini proses pembelajaran ekonomi yang ditemui masih secara konvensional, seperti ekspositori, drill atau bahkan ceramah. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual semata daripada mengembangkan kemampuan belajar dan membangun individu. Kondisi seperti ini tidak akan menumbuhkembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan. Akibatnya nilai-nilai yang didapat tidak seperti yang diharapkan.

Misalnya sering guru kecewa melihat hasil ulangan harian yang hanya mendapat daya serap kurang dari 60% atau nilai rata-rata kelas kurang dari 5. Kadang-kadang guru merasa prihatin dan ingin memperbaiki keadaan tersebut dengan mencobakan suatu pembelajaran yang belum pernah dilaksanakan, yaitu pendekatan pembelajaran yang akan membuat siswa dapat belajar secara efektif.

Pembelajaran yang efektif adalah yang berpusat pada siswa yaitu, siswa sebagai subjek pembelajaran yang harus aktif kreatif dan mampu berfikir kritis, dalam hal ini peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator. Guru memiliki peranan penting artinya selain sebagai pembimbing dan fasilitator bagi siswa, guru juga harus bertindak secara profesional. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dasar (kompetensi) antara lain sebagai berikut:

Menguasai bahan, mengelola program belajar-mengajar, mengelola kelas, menggunakan media atau sumber, menguasai landasan-landasan kependidikan, mampu mengelola interaksi belajar mengajar, mampu menilai prestasi untuk kepentingan pengajaran, mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan pengajaran (W. Gulo, 2002:37).

PAI merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disekolah menengah pertama. Di kalangan siswa terdapat kecenderungan, bahwa mata pelajaran ini kurang diminati. Padahal mata pelajaran ini termasuk mata pelajaran yang di-Ebtanaskan. Kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran ini, dimungkinkan karena kurangnya upaya guru untuk mengingkatkan kreatifitas belajar siswa. Kebanyakan guru masih dominan menggunakan metode ceramah dalam mengajar sehingga tidak terciptanya proses pembelajaran yang menyenangkan dan bervariasi, yang dapat menambah semangat belajar siswa. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar kurang menarik dan membosankan karena siswa tidak dirangsang atau ditantang untuk belajar dan berfikir kreatif.

Dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam upaya meningkatkan hasil belajar para siswa, idealnya para guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk memiliki kemampuan:

1. Memanfaatkan berbagai sumber belajar.

2. Memahami cara berpikir siswa.

3. Memahami cara siswa belajar.

4. Memilih dan menggunakan media secara tepat.

5. Memilih dan menggunakan metode secara tepat.

6. Menguasai bahan/materi pelajaran yang disampaikan kepada para siswa, (Depdikbud : 199 ).

Seperti penjelasan di atas, yaitu di dalam pembelajaran mata pelajaran  Pendidikan Agama Islam umumnya para guru lebih banyak menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa jadi pasif dan kemampuan berpikirnya tidak berkembang secara baik.

Proses belajar dapat dirinci kedalam beberapa prinsip dasar. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, kita akan dapat memiliki arah dan pedoman yang jelas dan relalif mudah sehingga lebih cepat berhasil dalam belajar serta akan menentukan metode belajar yang efektif.

Menurut Thursan Hakim (2000:2) adapun prinsip-prinsip belajar tersebut sebagai berikut:

  1. Belajar harus berorientasi pada tujuan yang jelas.
  2. Proses belajar akan terjadi bila seseorang dihadapkan pada situasi problematis.
  3. Belajar dengan pengertian akan lebih bermakna dari pada belajar dengan hafalan.
  4. Belajar merupakan proses yang kontinyu.
  5. Belajar memerlukan kemauan yang kuat.
  6. Keberhasilan belajar ditentukan oleh banyak faktor.
  7. Belajar secara keseluruhan akan lebih berhasil dari pada belajar secara terbagi-bagi.
  8. Proses belajar memerlukan metode yang tepat.
  9. Belajar memerlukan adanya kesesuaian antara guru dan murid.
  10. Belajar memerlukan kemampuan dalam menangkap intisari pelajaran itu sendiri.

Sedangkan mengajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh guru dalam rangka penyampaian materi kepada para siswa agar siswa tersebut menjadi tahu dan paham dengan menggunakan berbagai teknik dan pendekatan pembelajaran. Agar proses dan pencapaian hasil belajar dapat efesien dalam penggunaan waktu, terarah, tercapainya tujuan yang telah ditetapkan serta terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Pembelajaran tidak otomatis meningkat dengan menyuruh orang berdiri dan bergerak kesana kemari. Akan tetapi, menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra dapat berpengaruh besar pada pembelajaran. Pendekatan yang dapat digunakan di sini adalah pendekatan SAVI. Menurut Meier (2000:91) pembelajaran dengan pendekatan SAVI adalah pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra yang dapat berpengaruh besar pada pembelajaran.

Unsur-unsur SAVI antara lain:

Somatis : Belajar dengan bergerak dan berbuat

Auditori : Belajar dengan berbicara dan mendengar

Visual : Belajar dengan mengamati

Intelektual : Belajar dengan memecahkan masalah dan berfikir.

Belajar bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran. Misalnya, seorang siswa dapat belajar sedikit dengan menyaksikan presentasi (V), tetapi ia dapat belajar jauh lebih banyak jika dapat melakukan sesuatu ketika presentasi sedang berlangsung (S), membicarakan apa yang mereka pelajari (A), dan memikirkan cara menerapkan informasi dalam presentasi tersebut untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada (I).

Saat ini pelaksanaan pendidikan di sekolah-sekolah telah menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengacu pada (1) Permendiknas RI No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, dan (2) Permendiknas RI No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. (Badan Standar Nasional Pendidikan: 2006)

Penggunaan pendekatan SAVI khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, diharapkan siswa dapat lebih berkonsentrasi dan belajar aktif dalam proses pembelajaran, menambah minat siswa dalam belajar, meningkatkan kreatifitas siswa, siswa mampu memahami fakta dan peristiwa dilingkungannya serta mampu berfikir kritis dan menggunakan atau menerapkan beberapa pengertian Pendidikan Agama Islam dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sesuai dengan tujuan mata pelajaran.

Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan judul  ” Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan  Menggunakan Model Examples Non Examples Dengan Pendekatan SAVI di kelas …. SMP N….Kecamatan …… tahun pelajaran 2011-2012.

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Bagaimana meningkatkan aktivitas belajar siswa Pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan  Menggunakan Model Examples Non Examples Dengan Pendekatan SAVI di kelas ….di SMP …..Kecamatan ….tahun pelajaran 2011-2012 ?
  2. 2.      Bagaimana efektivitas model Examples Non Examples Dengan Pendekatan SAVI dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa Pada pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas …. di SMP …. Kecamatan ….tahun pelajaran 2011-2012 ?
  1. C.    Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ;

  1. 1.      Peningkatan aktivitas belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan  Menggunakan Model Examples Non Examples Dengan Pendekatan SAVI di kelas…. di SMP ….. Kecamatan …. tahun pelajaran 2011-2012.
  2. 2.      Efektivitas model Examples Non Examples Dengan Pendekatan SAVI dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa Pada pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas …..di SMP ….. Kecamatan Utan tahun pelajaran 2011-2012.
  1. D.    Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

  1. Bagi Siswa.

a)      Dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

b)      Dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

  1. Bagi Guru.

a) Dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

b) Mampu melakukan penilaian terhadap media yang akan atau yang telah digunakan.

  1. Bagi Penulis.

a)      Dapat menambah wawasan dan pengetahuan di bidang pendidikan.

b) Jika penulis menjadi seorang guru nantinya, penulis akan lebih mengetahui bahwa dengan menggunakan pendekatan SAVI akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. Bagi Lembaga atau Sekolah.

a)      Memberikan sumbangan pemikiran yang baik dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

b)      Untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan SAVI dalam kegiatan belajar mengajar.

Butuh PTK ini ???
Contac : 081237369222 – 087863667222

 

View page »

METODE PENYUSUNAN DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN ………. TAHUN 2011

Anda Butuh PTK ini ?????

View page »

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM POKOK BAHASAN MEMBIASAKAN PRILAKU TERPUJI DIKELAS III SDN ……………….. TAHUN PELAJARAN 2010/2011

PENERAPAN METODE  PEMBELAJARAN  TEMATIK  DALAM  UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR  SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  DALAM  POKOK  BAHASAN  MEMBIASAKAN PRILAKU TERPUJI DIKELAS III SDN ……………….. TAHUN PELAJARAN  2010/2011

Anda Butuh PTK ini ????

View page »

PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN PAI KELAS…..SD/SMP/SMA ……. TAHUN PELAJARAN 2010-2011

PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN PAI KELAS…..SD/SMP/SMA ……. TAHUN PELAJARAN 2010-2011

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Masalah besar yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini adalah krisis paradigma yang berupa kesenjangan dan ketidaksesuaian antara tujuan yang ingin dicapai dan paradigma yang dipergunakan (Imron, Ali, 1995: 178). Ber-bagai upaya dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, namun sampai saat ini belum memperoleh hasil yang optimal. Fenomena ini dapat dilihat dari indikator hasil belajar, antara lain dari Nilai Ujian Nasional siswa yang masih rendah secara rata-rata.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa berbagai pendekatan, gagasan atau inovasi dalam dunia pendidikan yang sampai saat ini diterapkan secara luas ternyata belum dapat memberikan perubahan positif yang berarti bagi siswa, baik dalam proses pembelajaran di sekolah maupun dalam meningkat-kan mutu pendidikan pada umumnya. Kesadaran tentang pentingnya pendidi-kan yang dapat memberikan harapan dan kemungkinan yang lebih baik di masa mendatang, telah mendorong berbagai upaya dan perhatian asyarakat terhadap setiap gerak langkah dan perkembangan dunia pendidikan. Pendidi-kan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup manusia. Pada intinya pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia, mendewasakan, merubah tingkah laku serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, siswa akan termotivasi aktif dalam belajar.

Apabila guru berhasil menciptakan suasana yang menyebabkan siswa termotivasi aktif dalam belajar akan terjadi peningkatan hasil belajar. Guru PAI di SMP selalu merasa tidak puas dalam melaksanakan proses pembela-jaran. Hambatan yang ditemui antara lain adalah kelas selalu pasif, motivasi siswa untuk belajar sangat rendah dan sangat sulit untuk menimbulkan in-teraksi baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru, pe-laksanaan pembelajaran yang monotom, tidak menggunakan strategi pembe-lajaran yang tepat dalam pembelajaran, sehingga kelas didominasi oleh guru.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru dan Kepala SD/SMP ….., terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut di antaranya rendahnya kesiapan siswa untuk mengikuti pelajaran ini terlihat dari anak kurang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar pada awal proses pembelajaran. Siswa yang kemam-puannya kurang, terlihat belum siap belajar yang ditandai siswa tersebut tidak membawa buku paket dan tidak mengumpulkan pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah yang di berikan oleh guru tidak bervariasi dari segi bentuk dan tingkat kesukaran, melainkan soal-soal yang diberikan terlalu sulit dan tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga motivasi siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah menurun. Dan uraian di atas ketidaksiapan siswa dalam belajar di-sebabkan oleh pembelajaran yang selama ini terpusat pada guru. Akhirnya menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Seorang guru harus mampu menerapkan suatu metode yang dapat   mem-

memberikan solusi terhadap permasalahan rendahnya motivasi siswa. Menurut Nasution (2001: 67) bahwa metode merupakan cara untuk melakukan sesuatu atau suatu alat bantu untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menarik minat peserta didik, maka seorang guru harus pandai memilih metode yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. Berhasil tidaknya suatu pengajaran terletak pada metode mengajar yang digunakan oleh pengajar.

Salah satu metode yang tepat dalam menunjang pencapaian tingkat prestasi siswa yang lebih baik adalah bermain peran (role playing) (Djamarah dan Zain, 2002). Metode ini dianggap efektif karena menekankan pada keaktifan siswa dalam memecahkan permasalahan yang telah dipersiapkan dengan terencana oleh guru. Melihat manfaat metode bermain peran, maka secara rutin dalam proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap. Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam pertunjukan, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah perubahan yang dipengaruhi adalah ranah sikap-nilai.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, perlu kiranya suatu tindakan guru untuk mencari dan menerapkan suatu model pembelajaran alternatif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep PAI melalui penelitian berjudul: “Penerapan Metode Bermain Peran upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pelajaran PAI Kelas …..SD/SMP ……Tahun pelajaran 2010-2011.

  1. B.     Identifikasi Masalah

Dari uraian tersebut di atas maka dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut :

Siswa SD/SMP …………..dalam kegiatan pembelajaran masih rendah terutama dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran PAI, disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor guru dan faktor siswa. Dari faktor guru, yaitu (1) Penjelasan materi yang disampaikan guru sulit dipahami oleh siswa; (2) Teknik mengajar yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang menarik dan membosankan. Faktor dari siswa, yaitu (1) Kurangnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran; (2) Kurangnya pemahaman siswa tentang materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Untuk mengatasi masalah pertama yang terdapat pada guru, sebaiknya metode atau teknik pembelajaran yang selama ini digunakannya diubah. Selain itu, guru lebih banyak berbahasa dengan siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami serta memberikan kesempatan untuk bertanya.

Sedangkan, untuk mengatasi masalah faktor siswa yang kurang berminat mengikuti proses belajar mengajar, guru sebaiknya memberikan arahan dan pengertian kepada siswa bahwa pentingnya peningkatan prestasi dalam pembelajaran dalam kehidupan mereka.

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pendekatan pembelajaran yang dibuat oleh guru. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang tidak maksimal dan kurang terprogram dapat mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Oleh karena itu, seharusnya guru memilih metode, teknik, dan media yang sesuai dengan materi pembelajaran, peran guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas perlu ditingkatkan sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Hal tersebut menuntut guru agar lebih saksama melaksanakan program pengajaran serta memilih pendekatan pembelajaran  yang cocok menarik sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.

  1. C.    Rumusan Masalah

Dari identifikasi maalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut ;

  1. Bagaimana penerapan metode bermain peran upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pelajaran PAI Kelas ….SD/SMP ….. Tahun pelajaran 2010-2011 ?
  2. Bagaimana efektiVtas penerapan metode bermain peran upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pelajaran PAI Kelas …. SMP…… Tahun pelajaran 2010-2011 ?
  1. D.    Tujuan Penelitian  

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah unuk mengetahui ;

  1. Penerapan metode bermain peran upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pelajaran PAI Kelas ….SMP ……Tahun pelajaran 2010-2011.
  2. EfektiVtas penerapan metode bermain peran upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pelajaran PAI Kelas …. SMP ……Tahun pelajaran 2010-2011.
  1. E.     Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam rangka usaha penigkatan hasil belajar PAI di SD/SMP ……… dan sekolah-sekolah lain pada umumnya.

Secara rinci manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar PAI  siswa yang diajar dengan pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar tanpa pemberian tes pada setiap akhir kompetensi dasar, diharapkan kepada guru mata pelajaran PAI agar dapat menerapkan perlakuan dengan pemberian tes dalam pembelajaran PAI  khususnya pada siswa Kelas …..SD/ SMP ……
  2. Dengan pemberian tugas secara intensif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
  3. Memotivasi guru PAI  untuk lebih mengoptimalkan role playing sebagai salah satu metode  pembelajaran.

Butuh PTK ini dengan lengkap????
Kontak/SMS : 081237369222 – 087863667222

View page »

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SHOLAT DIKELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI ……………. TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Anda Butuh PTK ini ?????

View page »

PENERAPAN METODE DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA POKOK BAHASAN SHOLAT JUM’AT SISWA KELAS VII SMPN ………TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Anda Butuh PTK ini ????

View page »

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DIRECT LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI PADA POKOK BAHASAN IMAN KEPADA RASULALLAH SISWA KELAS VIII SMPN ………. TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Anda Butuh PTK ini ?????

View page »

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS ……. SMP ……… KECAMATAN …….. TAHUN PELAJARAN 2009-2010

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  SISWA KELAS …….SMP ……… KECAMATAN ……..  TAHUN PELAJARAN 2009-2010

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.

Pendekatan pembelajaran cooperative learning  merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil

Pendidikan agama islam merupakan salah satu ilmu dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia, hal ini mengakibatkan kualitas pendidikan pendidikan agama islam harus ditingkatkan terutama bagi para siswa sekolah dasar sampai sekolah menengah. Penanaman konsep-konsep pendidikan agama islam secara benar dan sistematis akan dapat membantu membentuk pola berfikir anak didik sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan siswa.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan pendidikan agama islam telah banyak dilakukan oleh pemerintah sebagai penanggung jawab pendidikan di negara kita, namun dalam realitanya siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pendidikan agama islam, hal ini didukung dengan masih rendahnya rata-rata nilai UAN  mata pelajaran pendidikan agama islam.

Soedjadi (2001 : 1) menyatakan bahwa penyebab kesulitan memahami pendidikan agama islam dapat bersumber dalam diri siswa dan di luar diri siswa. Dalam diri siswa dapat berupa rendahnya motivasi, dan sikap terhadap pendidikan agama islam, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan dari luar diri siswa salah satunya dapat berupa metode pembelajaran yang kurang tepat dalam mengajarkan pendidikan agama islam.

Mayoritas guru pendidikan agama islam saat ini masih menggunakan cara-cara konvensional dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Pendekatan pembelajaran ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kelebihan dan pendekatan ini adalah dapat mengajarkan materi yang relatif banyak dalam waktu yang singkat, tetapi pembelajaran ini memperlakukan siswa hanya sebagai objek sehingga siswa cenderung pasif dan hanya menerima pengetahuan dari gurunya saja. Pembelajaran konvensional hanya menyajikan materi pendidikan agama islam secara tekstual sehingga siswa kesulitan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam dibutuhkan pembelajaran yang merangsang siswa untuk melakukan pengamatan, penyelidikan serta mengolah informasi sehingga pada akhirnya siswa dapat memahami konsep secara bermakna. Pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa dan berpusat pada siswa merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran pendidikan agama islam.

Pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menekankan keaktifan siswa ini didasarkan oleh teori belajar kontruktivis. Slavin (2000 : 256) menyatakan:

The essence of constructivist theory is the idea that learners must individually discover and transform complex information if they are to make it their own. Constructivist theory sees learners as constantly checking new information against old rules and then revising rules when they no longer work. This view has profound implications for teaching, as it suggests a far more active role for student in their own learning than is typical in many of classrooms. Because of the emphasis on student as active learners, constructivist strategics are often called student centered instructions”.

Kutipan di atas mengandung makna bahwa esensi teori kontruktivis adalah ide bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransfrom informasi kompleks. Teori kontruktivis memandang siswa secara konstan mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan tersebut tidak lagi sesuai. Pandangan ini berimplikasi pada pengajaran, yang menyarankan siswa harus jauh lebih aktif. Karena penekanan keaktifan siswa, strategi kontrukivis sering disebut sebagai “pengajaran berpusat pada siswa”.

Salah satu proses pembelajaran yang sesuai dengan teori kontruktivis adalah pembelajaran cooperative learning.

Di dalam pembelajaran pendidikan agama islam, penyelesaian masalah merupakan proses yang sangat penting untuk menata nalar siswa. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Polya (1980) :

In my opinion, the first duty of a teacher of mathematics is to use opportunity. He should do everything in his power to develop his stundet’s ability to solve problem”.

Polya menyarankan bahwa seorang pengajar pendidikan agama islam harus menggunakan segala kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan kemampuan para siswanya dalam memecahkan masalah pendidikan agama islam.

Materi mengenal bangun dasar sederhana merupakan salah satu materi pokok yang diajarkan di SMP. Dari pengalaman pribadi penulis menjumpai sebagian besar siswa kesulitan menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan bangun dasar sederhana terutama yang berkaitan dengan masalah kehidupan secara langsung. Untuk mempermudah pemahaman siswa dan penamaan konsep bangun dasar sederhana perlu dilakukan pembelajaran melalu pendekatan coopertive learning. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul :

“ Penerapan model pembelajaran cooperative Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam  siswa kelas ……SMP Negeri…….  tahun pelajaran 2009-2010.

  1. B.     Identifikasi Masalah

Dari uraian tersebut di atas maka dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut :

Siswa SMP Negeri …. Kecamatan ……Kabupaten …….. dalam kegiatan pembelajaran masih rendah terutama dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama islam, disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor guru dan faktor siswa. Dari faktor guru, yaitu (1) Penjelasan materi yang disampaikan guru sulit dipahami oleh siswa; (2) Teknik mengajar yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang menarik dan membosankan. Faktor dari siswa, yaitu (1) Kurangnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran; (2) Kurangnya pemahaman siswa tentang materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Untuk mengatasi masalah pertama yang terdapat pada guru, sebaiknya metode atau teknik pembelajaran yang selama ini digunakannya diubah. Selain itu, guru lebih banyak berbahasa dengan siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami serta memberikan kesempatan untuk bertanya.

Sedangkan, untuk mengatasi masalah faktor siswa yang kurang berminat mengikuti proses belajar mengajar, guru sebaiknya memberikan arahan dan pengertian kepada siswa bahwa pentingnya peningkatan prestasi dalam pembelajaran dalam kehidupan mereka.

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pendekatan pembelajaran yang dibuat oleh guru. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang tidak maksimal dan kurang terprogram dapat mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Oleh karena itu, seharusnya guru memilih metode, teknik, dan media yang sesuai dengan materi pembelajaran, peran guru dalam pembelajaran di kelas perlu ditingkatkan sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Hal tersebut menuntut guru agar lebih saksama melaksanakan program pengajaran serta memilih pendekatan pembelajaran  yang cocok menarik sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.

  1. C.    Rumusan Masalah

Dari identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana penerapan model pembelajaran cooperative Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam siswa kelas ….SMP Negeri …… Kecamatan …… tahun pelajaran 2009-2010 ?
  2. Bagaimana efektivitas model pembelajaran cooperative Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam siswa kelas …… SMP Negeri …….. Kecamatan …….. tahun pelajaran 2009-2010 ?
  1. D.    Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ;

  1. Penerapan model pembelajaran cooperative Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam siswa kelas …… SMP Negeri …..Kecamatan ……. tahun pelajaran 2009-2010.
  2. Efektivitas model pembelajaran cooperative Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam siswa kelas ……. SMP Negeri ……tahun pelajaran 2009-2010.
  1. E.     Manfaat Penelitian
    1. 1.      Manfaat Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi  :

a)     Pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang pendidikan terutama dalam  mengembangkan konsep / teori tentang penerapan model pembelajaran cooperative learning bagi siswa dalam kemampuan meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam.

b)      Penelitian yang lebih mendalami lingkup yang lebih luas tentang pembelajaran cooperative learning dalam kaitannya dengan siswa meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam.

c)      Dapat mengembangkan terori / konsep pembelajaran  cooperative learning yang sesuai diberikan pada siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam.

  1. Manfaat Praktis

a)      Diharapkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan guna meningkatnya upaya – upaya pembinaan terhadap siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam.

b)      Diharapkan agar informasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat berguna bagi siswa,  sekolah, guru  bidang studi, dan orang tua siswa dalam upaya membina pelaksanaan bimbingan belajar bagi siswa dalam pembelajaran pendidikan agama islam agar dapat mencapai tingkat prestasi yang maksimal dalam mengikuti pembelajaran di kelas.

c)      Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi untuk melakukan penelitian lanjUnter Iwes pada aspek lainnya terutama dalam menerapkan pembelajaran cooperative learning  pada siswa.

Butuh PTK ini dengan lengkap ????
Kontak/SMS : 081237369222 – 087863667222

View page »

PENGGUNAAN KARTU KATA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AL-QUR’AN SISWA KELAS IV SDN …….. KECAMATAN ……. TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Butuh PTK ini ?????

View page »

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW PADA BIDANG STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VI SDN ……….. TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Anda Butuh PTK ini ??????

View page »

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS HURUF HIJAIYYAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI METODE DIRECT LEARNING KELAS III SDN ……….. KECAMATAN …..TAHUN PELAJARAN 2010/2011

View page »

PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI MELALUI PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DEEP DIALOGUE AND CRITICAL THINGKING (DDCT) DI KELAS IX SMPN ………. TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Anda Butuh PTK ini ?????

View page »

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS……SD/SMP ……TAHUN PELAJARAN 2010-2011

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS……SD/SMP ……TAHUN PELAJARAN 2010-2011

 BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SMP /MI/SMP LB sampai SMP/MTs/SMPLB. PAI mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan keimanab dabn kepercayaan kepada Allah SWT. Melalui mata pelajaran PAI, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang beriman, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran PAI dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi alam dan sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.

Mata pelajaran PAI disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.

Mengingat manusia dalam konteks sosial itu demikian luasnya, maka pada pembelajaran PAI setiap jenjang pendidikan, kita harus melakukan pembatasan sesuai dengan kemampuan siswa pada tingkat masing-masing. Sebagaimana Nursid (1984: 11) menyatakan bahwa: “Radius ruang lingkup pengajaran PAI di SMP dibatasi sampai gejala dan masalah keimanan yang. Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada pada lingkungan hidup murid SMP  tersebut”. Menyimak dari pernyataan tersebut bahwa ruang lingkup yang dipelajari PAI adalah manusia sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu segala gejala dan masalah serta peristiwa tentang kehidupan manusia di masyarakat, dapat dijadikan sumber dan materi pembelajaran PAI.

PAI adalah bidang pengetahuan yang digali dari kehidupan praktis sehari-hari di masyarakat. Oleh karena itu pengajaran PAI yang tidak bersumber kepada masyarakat dan agama, tidak mungkin akan mencapai sasaran dan tujuan pelajaran PAI. Oleh karena itu dapat dikatakan  bahwa: “ Pengajaran PAI yang melupakan masyarakat sebagai sumber dan obyeknya, merupakan suatu bidang pengetahuan yang tidak berpijak kepada kenyataan”.

Dengan pelajaran PAI sangat sesuai bila diberikan  dengan pembelajaran kontekstual. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)  adalah pendekatan pembelajaran yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antar pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Depdiknas, 2002:1).

Kalau kita perhatikan, banyak sekali sumber daya potensial yang berada di sekolah yang dapat kita jadikan sebagai sumber belajar. Di sekitar sekolah kita terdapat masjid, toko, pasar, kolam, tempat rekreasi, kebun, pabrik, grup seni, dan lain-lainnya. Secara fungsional itu semua dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam proses belajar mengajar siswa. “Secara umum, proses belajar mengajar dengan mengaplikasikan lingkungan alam sekitar adalah upaya pengembangan kurikulum dengan mengikutsertakan segala fasilitas yang ada di lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar”. (Lily Barlia. 2002 : 2).

Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar, akan memberikan pengetahuan nyata bagi siswa, juga dimaksudkan untuk menghindari verbalisme, sebab menurut Piaget, anak usia SMP  pada umumnya yaitu pada taraf anak belajar mengenal sesuatu melalui benda yang nyata terlihat di lingkungan sekitarnya. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat mempermudah siswa menyerap bahan pelajaran, lebih mengenal kondisi lingkungannya, menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya, serta akrab dengan lingkungannya. Dalam hal ini Lily Barlia (2002: 1) menyatakan bahwa: “Kebiasaan untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekitar dalam proses belajar mengajar merupakan wujud proses belajar mengajar dengan pendekatan ekologi”.

Pendidikan agama islam (PAI) yang dikenal  pelajar memuat banyak materi menghafal ternyata membutuhkan metode pembelajaran yang lebih menarik. Makna dan hakikat belajar diartikan sebagai proses membangun makna/pemahaman terhadap informasi dan/atau pengalaman. Proses membangun makna tersebut dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau bersama orang lain. Proses itu disaring dengan persepsi, pikiran (pengetahuan awal), dan perasaan siswa (Indra Jati Sidi, 2004:4). Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Buktinya, hasil ulangan siswa berbeda-beda padahal mendapat pengajaran yang sama, dari guru yang sama, dan pada saat yang sama. Pada kenyataannya anggapan siswa tersebut ada benarnya, karena memang siswa mendapatkan pengalaman belajar yang diberikan oleh guru juga demikian. Pelajaran PAI hanya diberikan dengan cara menghafal materi demi materi. Pembelajaran yang seperti ini menyebabkan siswa menjadi jnuh dan kurang termotivasi, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah.

Hal demikian juga terjadi di SMP Negeri 1 Utan Kecamatan Utan Berdasarkan hasil pengamatan, hanya 6 siswa dari 18 siswa yang menunjukkan aktivitas. Dengan segala keterbatasan fasilitas, dan sumber belajar serta metode pembelajaran yang digunakan oleh guru selama ini, menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Dari hasil pre tes untuk mata pelajaran PAI pada materi yang lalu hanya 33,3% siswa yang mencapai ketuntasan, dengan SKM minimal 70 untuk mata pelajaran PAI. Sedangkan pe;lajaran PAI 23,67% siswa yang mencapai ketuntasan.

Salah satu tantangan mendasar dalam pengajaran PAI saat ini adalah bagaimana mecari strategi pembelajaran yang inovatif yang memungkinkan meningkatnya mutu proses pembelajaran. Perkembangan dan kemajuan IPTEK membuka kemungkinan siswa tidak hanya belajar di dalam kelas akan tetapi peserta didik dapat belajar di luar kelas. Dengan belajar di luar kelas peserta didik akan lebih leluasa menemukan ide-ide yang diperoleh dari informasi berbagai sumber, melatih siswa utuk memecahkan suatu masalah yang ada di masyarakat. Maka dengan demikian siswa bisa secara kritis dan kreatif serta dapat melakukan aktivitas dalam belajar.

Berdasarkan pernyataan di atas, dianggap perlu memperkenalkan, memahami, mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran dengan Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar PAI SMP  agar pembelajaran menjadi bermakna, dalam rangka meningkatkan prestasi belajar.

Pembelajaran yang bermakna akan membawa siswa pada pengalaman belajar yang mengesankan. Pengalaman yang diperoleh siswa akan semakin berkesan apabila proses pembelajaran yang diperolehnya merupakan hasil dari pemahaman dan penemuannya sendiri. Dalam konteks ini siswa mengalami dan melakukannya sendiri. Proses pembelajaran yang berlangsung melibatkan siswa sepenuhnya untuk merumuskan sendiri suatu konsep. Keterlibatan guru hanya sebagai fasilitator dan moderator dalam proses pembelajaran tersebut.

Menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi yang disempurnakan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan bahwa setiap individu mempunyai potensi yang harus dikembangkan, maka proses pembelajaran yang cocok adalah yang menggali potensi anak untuk selalu kreatif dan berkembang. Namun kenyataan di lapangan belum menunjukkan ke arah pembelajaran yang bermakna. Para pendidik masih perlu penyesuaian dengan KTSP, para guru sendiri belum siap dengan kondisi yang sedemikian plural sehingga untuk mendesain pembelajaran yang bermakna masih kesulitan. Sistem pembelajaran duduk tenang, mendengarkan informasi dari guru sepertinya sudah membudaya sejak dulu, sehingga untuk mengadakan perubahan ke arah pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan agak sulit.

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas, maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan memperbaiki cara pembelajaran yang bisa membangkitkan motivasi dan antusias siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk meteri jual beli dapat dilakukan pembelajaran dengan pendakatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dapat dilakukan dengan penerapan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untu dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan kehidupan nyata, yang diharapkan dapat mempermudah siswa memahami konsep. Perbaikan pembelajaran dapat dilakukan sebagai penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul ”  Peningkatan Pemahaman Siswa pada Mata pelajaran PAI dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di Kelas…SD/SMP ……  Tahun Pelajaran 2010-2011.

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana Peningkatan Pemahaman Siswa pada Mata pelajaran PAI dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di Kelas ….SD/SMP …. Tahun Pelajaran 2010-2011 ?
  2. Bagaimana efektivitas Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan Pemahaman Siswa pada Mata pelajaran PAI di Kelas …SD/SMP …..Tahun Pelajaran 2010-2011 ?
  1. C.    Tujuan Penelitian

Tujuan utama darai penelitian ini adalah untuk mengetahui ;

  1. Peningkatan Pemahaman Siswa pada Mata pelajaran PAI dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di Kelas ….SD/SMP ….. Tahun Pelajaran 2010-2011.
  2. Efektivitas Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan Pemahaman Siswa pada Mata pelajaran PAI di Kelas …. SD/SMP ….. Tahun Pelajaran 2010-2011.
  1. D.    Manfaat Penelitian
    1. Bagi guru, sebagai bahan masukan dalam kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pendekatan CTL dalam mata pelajaran PAI yang merupakan mata pelajaran dengan karakter materi yang sangat faktual.
    2. Bagi siswa, dengan menerapkan pendekatan CTL akan dapat memotivasi siswa untuk belajar PAI dengan menghubungkan konsep pada aktivitas kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
    3. Bagi sekolah yaitu memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar dan meningkatkan ketuntasan belajar siswa khususnya mata pelajaran PAI dengan melatihkan kepada guru untuk menyelenggarakan pembelajaran secara kontekstual.

Butuh PTK ini ???
Kontak : 081237369222 – 087863667222

View page »

1 comment

  1. Dewi

    saya minta bantuannya,,, butuh PTK SD Mata pelajaran IPA dan Matematika bisa lngsung dikirim ke email saya.
    terima kasih banyak sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tautan komentar adalah nofollow free.